Gerbang Timur.id_ Pemerintah Kabupaten Banggai mengusulkan lima daerah irigasi untuk masuk dalam program percepatan pembangunan dan rehabilitasi irigasi nasional tahun 2025.
Program ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan ketahanan pangan nasional.
Kepala Bidang Perairan PUPR Banggai Takdir Said, menyampaikan bahwa usulan tersebut bersumber melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total anggaran yang diusulkan mencapai kurangll lebih Rp20 miliar.
“Untuk Kabupaten Banggai, tahun 2026 ini ada lima daerah irigasi yang diusulkan dan sudah masuk dalam daftar percepatan ketahanan pangan,” ujarnya.
Kelima daerah irigasi yang diusulkan tersebut berada di wilayah Kecamatan Toili dan Toili Barat, masing-masing meliputi Daerah Irigasi Piondo, Uelolu, Rata, Tomelongsong, dan Topo.
Pada tahun kemarin 2025 kabupaten Banggai, pemerintah pusat telah merealisasikan pekerjaan pada tiga daerah irigasi yang dikerjakan secara nasional, yakni Daerah Irigasi Salo Bako-Bako, Samaku, dan hek.
Saat ditanyakan progres usulan itu sudah sampai mana kabid perairan PUPR Banggai ini menyampaikan seluruh dokumen sudah di serahkan dan sekarang sisa menunggu persetujuan Direktur Irigasi dan Rawa Kementerian PU di tingkat pusat.
Program ini mencakup percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, serta operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi guna mendukung swasembada pangan, khususnya peningkatan produktivitas pertanian di wilayah sentra pangan Kabupaten Banggai.
Pemerintah daerah berharap seluruh usulan yang telah diajukan dapat segera disetujui agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh petani, terutama dalam menjamin ketersediaan air irigasi secara berkelanjutan.










