Gerbang Timur.id– Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mengusulkan pembangunan sejumlah jembatan kepada pemerintah pusat.
Usulan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut arahan dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Provinsi.
Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri dan gubernur menginstruksikan pemerintah daerah untuk mengajukan infrastruktur prioritas, khususnya jembatan yang berfungsi menunjang akses masyarakat ke fasilitas pendidikan.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Banggai, Dewa Supatriagama, mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan kondisi riil sejumlah jembatan di Banggai yang menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Pada saat rapat, kami menyampaikan kondisi infrastruktur jembatan di Banggai. Dari beberapa yang kami laporkan, ada dua jembatan yang kemudian menjadi fokus pemerintah pusat,” ujar Dewa Saat di wawancari pewarta di ruang kerjanya, Kamis (22/1/26).
Dua jembatan yang dimaksud yakni Jembatan Sungai Matindok Kayoa di wilayah Batui Lima, Desa Masungkang (Tombiobong), Kecamatan Batui Selatan, serta Jembatan Sungai Hek di Desa Damai Makmur, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai.
Sungai di Batui Lima sebelumnya juga sempat viral di media sosial karena para pelajar harus menyebrangi sungai denga arus deras untuk bisa sampai ke sekolah.
Menurut Dewa, untuk Jembatan Batui Lima pemerintah daerah telah menyiapkan desain teknis.
Namun untuk realisasi pembangunan, Pemkab Banggai masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat.
“Untuk Batui Lima, desainnya sudah ada. Tugas kami di daerah adalah mengusulkan dan menyiapkan perencanaan. Soal pelaksanaan fisiknya, kapan dibangun dan menggunakan skema apa, apakah tugas pembantuan atau mekanisme lain, itu menjadi kewenangan pemerintah pusat,” jelasnya.
Dari sisi teknis, Jembatan Sungai Matindok Kayoa diusulkan dengan panjang sekitar 150 meter.
Sementara Jembatan Sungai Hek di Kecamatan Nuhon direncanakan memiliki panjang sekitar 100 meter.
Kedua jembatan tersebut diusulkan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum, dengan nilai usulan anggaran masing-masing mencapai sekitar Rp19 miliar.
“Yang jelas, dari sekian banyak usulan yang kami sampaikan, dua jembatan ini yang sudah mendapatkan respons dari pemerintah pusat,” pungkas Dewa.
Diketahui presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akan membangun 300 ribu jembatan di berbagai pelosok Indonesia demi akses pendidikan yang layak bagi anak-anak desa.










