Gerbang Timur.id – Walau dihantui ketidakpastian kebijakan akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banggai tetap memprioritaskan pembangunan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Sebagai dinas teknis dalam pelaksanaan pembangunan di daerah, Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Infrastruktur Permukiman (PBIP) Dinas PUPR Banggai, Ir. I Putu Jati Arsana, ST., MT., mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan terkait besaran pemotongan anggaran yang akan diterapkan.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah khusunya PUPR kesulitan dalam menyusun skala prioritas pembangunan.
“Kalau kita sudah tahu berapa besar anggaran yang dipotong, tentu kita bisa menentukan kegiatan mana yang ditunda. Tapi sampai sekarang belum ada ketentuan pasti,” ujarnya pada awak media diruangkerjanya, Selasa (21/4/26).
Meski demikian, pihaknya tetap mengambil langkah dengan menjalankan seluruh paket pekerjaan yang telah direncanakan.
Menurutnya, langkah ini penting agar pelaksanaan pembangunan tidak tertunda terlalu lama akibat menunggu kepastian dari pusat.
“Untuk sementara semua paket tetap kita jalankan. Sebelum ada petunjuk resmi terkait proyek mana yang harus ditunda, kita tidak bisa berhenti. Kalau tidak dimulai, kita bisa tertinggal,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, PBIP PUPR Banggai menegaskan akan tetap mengutamakan proyek-proyek prioritas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan rumah sakit dan infrastruktur jalan.
Sementara itu, proyek yang dinilai belum mendesak, seperti pembangunan gedung perkantoran, berpotensi ditunda jika nantinya sudah ada kejelasan terkait besaran efisiensi anggaran.
Selain fokus pada proyek prioritas, PUPR Banggai juga memastikan sejumlah proyek lanjutan tetap dilaksanakan hingga tuntas.
Beberapa di antaranya seperti pembangunan mess Pemda dan fasilitas kolam renang yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian.
“Proyek yang sudah berjalan harus tetap diselesaikan. Kalau tidak dilanjutkan, progres yang sudah ada bisa terhambat,” tambahnya.
Dengan strategi tersebut, PUPR Banggai berharap pembangunan daerah tetap berjalan optimal meskipun dihadapkan pada ketidakpastian kebijakan anggaran dari pemerintah pusat.










